Feeds:
Posts
Comments

Anda mungkin akan terkesan, betapa kreatifnya diri Anda sebenarnya!

Di Simply Sweet, Art & Craft Creativity Center, Anda akan dibimbing untuk mempelajari kerajinan tangan. Dengan bahan-bahan seperti polymer clay dan kertas, hasil-hasil indah akan tercipta di tangan Anda. Mulai dari perhiasan, pajangan pemanis ruangan, kado untuk seseorang yang Anda sayangi sampai kerajinan tangan berseni dan unik seperti Paper Quilling, Origami, Japanese Washi Doll, Kusudama (Japanese Paper Balls), Beads Craft, Scrapbooking, dan lain sebagainya.

Selain sebagai tempat belajar, Simply Sweet juga menjual produk-produk kerajinan tangan hasil kursus. Tak jarang, mereka yang pernah belajar menitipkan barang untuk dijual atau mengikuti pameran bersama, seperti Kemang Street Festival, Women International Club Bazzar, Rasuna Festival, Kemang Hotel Exibihiton, Lido Lake Hotel Kiddies Activities Club, Hotel Mulia Secretary Club, dan lain-lain.

Ciri khas dari produk Simply Sweet adalah dibuat sangat personalized atau bernuansa sesuai pribadi si pemesan. Misalkan sebuah kenang-kenangan untuk kelahiran bayi yang menggunakan cap tangan si bayi, plus beberapa pernak-pernik milik bayi itu seperti peniti, foto USG, dot, dan lain sebaginya. Begitu pula dengan frame wedding (pengantin) yang disesuaikan dengan tema hari pernikahan, misalnya bernuansa pink, penuh dengan kupu-kupu, dan lain-lain.

Peserta kursus di Simply Sweet sangat beragam, mulai dari anak berusia 4 tahun (minimal) sampai ibu rumah tangga dan ibu lanjut usia. Materi pembelajaran disesuaikan dengan usia peserta dan pilihan masing-masing.

Liputan6.com, Jakarta: Usaha yang dilakukan terus menerus pasti membuahkan hasil maksimal. Itulah yang dirasakan Lisa Suroso, pemilik Toko Simply Sweet di bilangan Tebet, Jakarta Selatan. Setelah merintis dari bawah, dia sukses memperkenalkan hasil kerajinan tangan, seperti potlot, boneka, bingkai foto, dan gantungan kunci ke masyarakat. Tak hanya di Tanah Air, hasil kreasi Lisa diminati konsumen luar negeri.

Ternyata wanita berparas cantik ini tidak sendirian dalam menggapai sukses. Pada awalnya, dia bahu membahu dengan sang suami yang berprofesi sebagai juru foto untuk membuka toko yang menjual hasil kreasinya. Sejak saat itulah, hobi Lisa kecil membuat beragam kerajinan tangan seperti menyulam dan merangkai bunga bisa disalurkan bahkan mendatangkan rupiah. Buah tangan Lisa dijual mulai dari Rp 10 ribu hingga termahal Rp 500 ribu.

Lisa tidak hanya asal membuka usaha. Sarjana lulusan ekonomi manajemen ini pandai membaca kebutuhan pasar. Menurut dia, awalnya kerajinan tangan kurang diminati. Namun sekitar tahun 2000 masyarakat mulai meliriknya. “Ini perlu untuk refresh anak-anak sekolah antara otak kiri dan otak kanan,” ujar wanita berusia 31 tahun tersebut.

Setelah sukses dengan Toko Simply Sweet, Lisa membuka kursus membuat kerajinan tangan untuk hiasan dan gift. “Mulai kursusnya tidak lama setelah saya memasarkan produk, mungkin sekitar enam bulan,” kata dia. Lisa mengaku tidak keberatan menularkan keahliannya kepada orang lain karena kerajinan tangan bersifat personal. “Jadi walaupun kita kasih barang yang sama, belum tentu buatannya akan sama,” tambah dia.

Dibukanya kursus dengan lokasi yang menyatu dengan toko, diakui Lisa sangat efektif dalam menjaring konsumen. Selain laba diperoleh dari konsumen yang datang, melalui kursus Lisa bisa memperluas jaringan teman. Hal ini dikarenakan peserta kursusnya terdiri dari beragam usia, mulai anak-anak, ibu rumah tangga, hingga kalangan eksekutif muda.

Tak hanya Lisa yang puas dengan terobosan yang dibuatnya. Para peserta kursus juga menyatakan senang. “Nambah pengetahuan juga,” kata Nyonya Ritje, salah seorang peserta kursus. Demikian juga dengan Mertha. “Tadinya memang kita ngeliat, kok kayaknya asyik, lucu, sudah gitu bisa ngisi waktu,” tutur Mertha. Kini, Mertha tak menutup kemungkinan membuka usaha seperti yang dijalankan pengajarnya.

Dari usahanya, Lisa memiliki omzet sekitar Rp 10 hingga Rp 15 juta per bulan. Namun bukan berarti Lisa sudah puas dengan sukses yang dia capai. Dia sangat ingin membuat suatu pusat belajar dimana anak-anak bisa datang dan belajar untuk menemukan dan menggali kreativitas sesuai dengan bakatnya.(JUM/Tim Usaha Anda)

Lihat Rekaman